Waktu League of Legends Masih Bernama Onslaught dan Sion Punya Jenggot
Menemukan pitch deck purba League of Legends saat masih berformat 6v6 dengan lore antichrist.


Model ini tidak salah. Ia hanya tidak sedang berpikir.”
Onslaught: War of the Immortals yang Bikin Kaget
YouTuber Necrit baru saja membongkar dokumen arsip bersejarah dari Riot Games berkat bantuan Paul 'Pabro' Bellezza. Kita tidak sedang membicarakan bocoran tambal sulam patch kemarin, melainkan investor pitch deck asli dari era ketika game ini mengusung tajuk Onslaught: War of the Immortals. Game ini sama sekali tidak mirip dengan MOBA esports yang kita kenal sekarang. Formatnya berjalan secara 6v6 di dalam cartoony cityscape yang terbelah menjadi faksi "order" dan "chaos".
Champion Design yang Bikin Garuk-Garuk Kepala
Coba bayangkan Annie dengan boneka beruang api ikoniknya, tapi bersanding dengan Sion berwajah garang yang memiliki jenggot lebat. Karakter-karakter awal ini terasa seperti hasil eksperimen demam era mid-2000an yang dicampur estetika komik barat lawas. Singed menjadi satu-satunya champion yang hampir tidak berubah wujud, meski namanya sempat diubah menjadi Zij. Passive ability milik Lee Sin—yang kala itu dinamai Xizun—terdengar seperti lelucon overpowered khas developer indie yang baru belajar balance game.
Lore Edgy Ala 2006 yang Precious
Cerita latar belakangnya membawa kita kembali ke masa ketika narasi game terasa begitu dramatis tanpa filter korporat modern. Semesta ini dulunya damai sampai lahir sosok "an antichrist of sorts" yang merobek realitas hingga faksi chaos mengancam eksistensi. Bahkan logo Riot di dalam video pitch tersebut berlumuran efek darah merah pekat. Estetika yang terasa naif hari ini, tapi menyimpan nostalgia murni bagi siapa saja yang tumbuh besar bersama internet era keemasan tersebut.
Verdict: Nostalgia Tanpa Rem
Kalau kamu pensiunan mid-laner yang kangen meta jadul atau sekadar penasaran seberapa jauh Riot berkembang dari masa-masa eksperimental mereka, arsip pitch deck ini wajib ditonton sampai habis. Nilainya? 9/10 buat faktor kejutannya. Worth it banget buat ditonton malam-malam sambil nyemil gorengan.

OpenAI Luncurkan GPT-6 Astra, Indikasikan Tonggak Pencapaian AGI
04 MNT BACA
Di Balik Truk Murah $25.000 Slate: Siapa yang Sebenarnya Membayar Modifikasinya?
11 MNT BACA
Gubernur Texas Bekukan Anggaran Kamera Flock: Saat $30 Juta Berakhir di Bayang-Bayang Privasi
14 MNT BACAWaktu League of Legends Masih Bernama Onslaught dan Sion Punya Jenggot
Menemukan pitch deck purba League of Legends saat masih berformat 6v6 dengan lore antichrist.

Model ini tidak salah. Ia hanya tidak sedang berpikir.”
Onslaught: War of the Immortals yang Bikin Kaget
YouTuber Necrit baru saja membongkar dokumen arsip bersejarah dari Riot Games berkat bantuan Paul 'Pabro' Bellezza. Kita tidak sedang membicarakan bocoran tambal sulam patch kemarin, melainkan investor pitch deck asli dari era ketika game ini mengusung tajuk Onslaught: War of the Immortals. Game ini sama sekali tidak mirip dengan MOBA esports yang kita kenal sekarang. Formatnya berjalan secara 6v6 di dalam cartoony cityscape yang terbelah menjadi faksi "order" dan "chaos".
Champion Design yang Bikin Garuk-Garuk Kepala
Coba bayangkan Annie dengan boneka beruang api ikoniknya, tapi bersanding dengan Sion berwajah garang yang memiliki jenggot lebat. Karakter-karakter awal ini terasa seperti hasil eksperimen demam era mid-2000an yang dicampur estetika komik barat lawas. Singed menjadi satu-satunya champion yang hampir tidak berubah wujud, meski namanya sempat diubah menjadi Zij. Passive ability milik Lee Sin—yang kala itu dinamai Xizun—terdengar seperti lelucon overpowered khas developer indie yang baru belajar balance game.
Lore Edgy Ala 2006 yang Precious
Cerita latar belakangnya membawa kita kembali ke masa ketika narasi game terasa begitu dramatis tanpa filter korporat modern. Semesta ini dulunya damai sampai lahir sosok "an antichrist of sorts" yang merobek realitas hingga faksi chaos mengancam eksistensi. Bahkan logo Riot di dalam video pitch tersebut berlumuran efek darah merah pekat. Estetika yang terasa naif hari ini, tapi menyimpan nostalgia murni bagi siapa saja yang tumbuh besar bersama internet era keemasan tersebut.
Verdict: Nostalgia Tanpa Rem
Kalau kamu pensiunan mid-laner yang kangen meta jadul atau sekadar penasaran seberapa jauh Riot berkembang dari masa-masa eksperimental mereka, arsip pitch deck ini wajib ditonton sampai habis. Nilainya? 9/10 buat faktor kejutannya. Worth it banget buat ditonton malam-malam sambil nyemil gorengan.
